Showing posts with label intermezzo. Show all posts
Showing posts with label intermezzo. Show all posts

4/03/2022

Siti Latifah Herawati Diah: Wartawati Indonesia Pendiri Surat Kabar untuk Publikasikan Kemerdekaan

April 03, 2022 0
tempoinstitute.com



Hari ini, Minggu 3 April 2022, Google kembali mengenang salah satu tokoh wartawati berpengaruh di Indonesia lewat Google Doodle-nya. Jika sebelumnya Google Doodle mengenang Roehana Koeddoes (Wartawati pertama Indonesia) pada 8 Nopember 2021, kali ini Google Doogle kembali mengenang sosok tokoh Pers nasional Indonesia lainnya, Siti Latifah Herawati Diah.

Bagi yang bergelut di dunia Pers atau Jurnalisme, nama Siti Latifah Herawati Diah pastinya bukanlah nama yang asing didengar. Namun, buat yang belum tau siapa sih Siti Latifah ini, jangan skip tulisan ini, ya. Karena gue bakal bahas secara singkat sejarah beliau dan alasan kenapa Google Doodle menampilkannya hari ini.

 

Google.com

Google.com


Latar Belakang Siti Latifah Herawati Diah


Jadi, Siti Latifah Herawati Diah ini adalah tokoh Pers Nasional sekaligus pelaku sejarah di Indonesia yang meraih Penghargaan Bintang Mahaputera Utama di era pemerintahan Soeharto. Herawati lahir di Tanjung Pandan Belitung, 3 April 1917. Fondasi pendidikan yang tertanam pada Herawati sangat kuat. Ia tercatat pernah bersekolah di ELS (Europeesche Lagere School) di Salemba, Jakarta, dilanjutkan ke American High School di Tokyo, Jepang. Dan kemudian hijrah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikannya di Barnard College yang berafiliasi dengan Universitas Columbia, dan mengambil jurusan Pendidikan Sosiologi. Lalu pada musim panas, Herawati menempuh pendidikan Jurnalistik di Universitas Berkeley, California. Dengan lancar Herawati dapat menyelesaikan keduanya dengan baik pada 1941. Menariknya, kala itu Herawati adalah wanita pribumi pertama yang berhasil lulus dari Universitas di luar negeri. Can you imagine how smart, Mrs. Herawati was?


portalpurwokerto.pikiran-rakyat.com



Kuatnya fondasi pendidikan Herawati tidak lepas dari dukungan kedua orang tuanya yang merupakan orang terpandang. Ibunya, Siti Alimah binti Djojodikromo adalah keturunan bangsawan yang sempat mendirikan majalah berjudul “Doenia Kita” yang pada kala itu merupakan satu-satunya majalah wanita. Sedangkan ayahnya, Raden Latip adalah lulusan kedokteran Sekolah Dokter Stovia pada 1908. Begitu lulus dari Stovia, ia bekerja sebagai ahli medis di perusahaan tambang timah Belanda di Pulau Belitung.

 

historia.id - Herawati kecil dengan orang tuanya


Awal Karier Sebagai Jurnalis


Setahun selepas lulus dari Amerika Serikat, Herawati memulai karirnya sebagai seorang wartawati lepas di Kantor Berita United Press International (UPI). Kemudian, Herawati direkrut sebagai penyiar radio di Hoso Kyoku untuk siaran dengan Bahasa Inggris. (Fun Fact: Hoso Kyoku adalah cikal bakal terbentuknya RRI). Nah, di Radio Hoso Kyoku ini Herawati bertemu oleh Burhannudin Muhammad Diah (BM Diah) yang kemudian menjadi suaminya. Kala itu, BM Diah masih bekerja di Koran Asia Raja, dan belum menjadi Menteri Penerangan.


historia.id - Herawati sebagai wartawati


Ada cerita menarik yang gue kutip dari historia.id. Kala itu, BM Diah yang masih berusia 25 tahun membuat Herawati jatuh cinta dengan BM Diah yang menawarkan bantuan dengan kalimat "inilah aku, tidak punya gelar. Sekolahku sedang-sedang saja. Bolehkah aku mengangkat kopormu, Miss Latip?,"


Oh boy. Mr. Diah can make every girls crazy with his poetic sentence. Including me. Lol


BM Diah juga mengirimkan puisi-puisi gombalnya untuk Herawati dengan Bahasa Inggris untuk meluluhkan hati sang gais yang pernah berkuliah di Amerika tersebut. 


"Love is ageless

Written about, words are limitless

Love knows no extremity

Either Boundary "


He is so poetic. No wonder Mrs Diah fallin love with him.


historia.id - Herawati bersama suaminya, BM Diah


 

Berdirinya Harian Merdeka dan Indonesian Observer


Merasa bahwa kemerdekaan Indonesia perlu publikasi yang luas, maka Herawati bersama suaminya, BM Diah mendirikan Koran Harian Merdeka pada 1 Oktober 1945 untuk mendukung berita Nasional, khususnya berita kemerdekaan.


kabarlawas.com - Harian Merdeka tahun 1976


kompasiana.com - Harian Merdeka tahun 1947


10 tahun setelah berdirinya Harian Merdeka, Herawati dan BM Diah kembali mendirikan koran dengan judul “Indonesian Observer”. Bedanya, koran ini berisikan berita dengan Bahasa Inggris dan menjadi koran dengan Bahasa Inggris pertama di Indonesia. Indonesia Observer diterbitkan dan dibagikan pertama kali dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat, pada 1955. Sayangnya, Indonesian Observer hanya bertahan sampai tahun 2001. Sedangkan Harian Merdeka berganti tangan pada akhir tahun 1999.


newsroomhistory.com - Harian Indonesian Observer


Kontribusi Herawati di Luar Jurnalistik


Tak hanya bergelut di bidang Jurnalisme Indonesia, Herawati juga banyak berkontribusi dalam organisasi-organisasi yang banyak membantu kemajuan masyarakat Indonesia khususnya perempuan dan anak-anak. Di antaranya adalah menjadi anggota Komnas Perempuan, Lingkar Budaya Indonesia, Gerakan Perempuan Sadar Pemilu, membangun TK di bawah Yayasan Bina Carita, Hasta Dasa Guna dan Women’s International Club.


Ketertarikannya dalam dunia menulis dan jurnalistik, ditambah dengan otaknya yang cerdas membuat Herawati menulis buku berjudul “An Endless Journey: Reflections of an Indonesian Journalist”. Dalam buku tersebut, Herawati mengatakan bahwa menurutnya, peran media sangat penting dalam mengisi kemerdekaan. Generasi 1945 telah menyalakan semangat kemerdekaan yang masih dirasakan saat ini untuk melawan ketidak adilan.

 

amazon.com - An Endless Journey: Reflections of an Indonesian Journalist


Penghargaan Herawati


Selain penerima Penghargaan Bintang Mahaputera Utama, Herawati juga mendapatkan penghargaan “Lifetime Achievement” atau “Prestasi sepanjang hayat” dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 2011. Maka dari itu, Herawati dinobatkan sebagai tokoh nasional.


Herawati tutup usia pada 30 September 2016 di umurnya yang ke-99. Ia meninggal di 04.20 WIB, di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, karena faktor usia dan komplikasi penyakit. Herawati kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata berdampingan dengan makan suaminya BM Diah.


Dilansir dari jpnn.com, perwakilan  Google mengatakan bahwa, “Karya Doodle hari ini merayakan warisan Herawati dan jalan yang dia buka untuk perempuan di Indonesia”.


---


Dari segala perjuangan Ibu Siti Latifah Herawati Diah, dapat kita simpulkan bahwa kegigihannya membangun jurnalistik Indonesia dalam usahanya menyebarkan kemerdekaan Indonesia sangat inspiratif. Beliau dan suaminya adalah cikal bakal hadirnya surat kabar-surat kabar yang berkualitas di Indonesia hingga sekarang. Perjuangannya untuk membagikan ilmu, tenaga dan pikiran untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi dapat kita contoh bahwa jangan pernah takut untuk memulai duluan.


Keyakinan Herawati terkait peran media untuk melawan ketidak adilan gue harap bisa diterapkan oleh media-media modern Indonesia saat ini. Karena semakin ke sini, semakin terlihat media-media tidak independen yang hanya berpihak pada pemilik media tersebut. Tak jarang masyarakat menjadi bimbang ketika media A berada di pihak A, sedang media B berada di pihak B. Lalu pihak mana yang benar? Pihak mana yang membela rakyat? Adakah yang berdiri menyuarakan keresahan rakyat?


So, let's end this writing with one of Herawaty's quote below: 


viva.co.id


Sources:

https://tirto.id/sosok-siti-latifah-herawati-diah-yang-hiasi-google-doodle-hari-ini-gqFt

https://jateng.jpnn.com/jateng-terkini/1939/siti-latifah-herawati-diah-muncul-di-google-doodle-jurnalis-wanita-yang-diakui-dunia?page=3

https://jateng.jpnn.com/jateng-terkini/1941/inilah-alasan-google-doodle-menampilkan-siti-latifah-herawati-diah-ternyata?page=2



11/20/2021

Evakuasi Kucing Oyen Barbar | Stuck di antara Tembok

November 20, 2021 2

 

Dokumentasi Pribadi

Selama ini, gue cuma suka baca cerita atau nonton video orang-orang yang mengevakuasi stray cats ataupun kucing pribadinya yang kejepit di tembok, atau kecemplung sumur, atau bahkan naik pohon tapi gabisa turun. Tapi siang tadi, gue ngalamin sendiri. Diawali dengan suara eongan kucing yang gue pikir kucing lagi main-main aja, karena memang biasanya suka begitu. Tanpa pikir panjang, gue abaikan dan gue pergi nemenin ibu gue jaga warung. Sampai di warung, ga lama kemudian tante gue chat di WA kalau ada kucing kejepit di antara tembok belakang gue dan kontrakan di belakang rumah gue. FYI, karena gue tinggal di kampung yang padat penduduk, tembok bagian belakang rumah gue itu dempetan banget sama tembok samping kontrakan belakang, jadi cuma menyisakan gap kurang lebih 10-15 cm. Karena gue penyayang kucing, gak heran kalau tante gue chat gue buat ngabarin dan minta gue untuk ikut nolongin, yang pada saat itu om gue juga lagi bantu nolong si kucing (yang ternyata adalah kucing Oyen) ini buat bisa keluar. Sayangnya segala cara dilakuin om gue dari mulai pakai tali supaya harapannya kucing itu keangkat dengan tali, sampai pakai pipa panjang buat ngedorong kucing  Oyen dari belakang supaya maju. Tapi hasilnya nihil, karena si kucing Oyen betul-betul stuck. Badannya gabisa maju mundur sama sekali.


Gue yang gabisa ninggalin ibu gue cuma bisa harap-harap cemas dari warung. Sempat kepikiran untuk menghubungi pemadam kebakaran, tapi gue mikirin resikonya segala macam. Pasti ujung-ujungnya petugas damkarpun menyarankan untuk bobol tembok karena memang itu satu-satunya cara supaya kucing bisa keluar. Masalahnya adalah sudah diakalin dari depan, belakang, dan atas bener-bener gabisa menyeret si Oyen untuk keluar.





Sekitar jam 2 siang gue pulang ke rumah, dan langsung ke TKP. Dua om gue lagi bingung cari cara lain supaya Oyen bisa keluar tanpa harus bobol tembok. Tapi gue pikir gabakal ada cari lain, sih. Setelah dicek lokasi Oyen, ternyata si Oyen tepat ada di belakang dapur gue. Mau ga mau dinding dapur harus segera dibobol. Setelah minta ijin bapak, dengan syarat tembok harus ditutup lagi, akhirnya dimulailah proses evakuasi.


Om gue mulai bobol tembok dapur gue pakai palu pelan-pelan. Disamping takut kucingnya kena puing-puing juga takutnya tembok dapur gue ambrol semua. Hahaha. Pelan-pelan tembok gue dibobol, si Oyen makin keras mengeong, karena dia merasa kalau temboknya dipukul-pukul palu. Ketika gue pantau keadaan si Oyen, dia tampak makin lemas dan ingus mengucur dari hidungnya, tapi dia gabisa ngelap karena badannya stuck, huhuhu.


Sedikit demi sedikit akhirnya tembok gue bolong, dan sekiranya cukup buat narik Oyen keluar. Akhirnya, si Oyen pun menampakkan kepalanya di lubang itu. Awalnya om gue bantu tarik badannya si Oyen, karena posisi Oyen ada di  bawah satu batako yang di bobol. Setelah mulai ada nafas dan ruang gerak, si Oyen bergerak sendiri cari cara buat bisa keluar. Dan finally si Oyen berhasil keluar yeyyyy.


Dokumentasi Pribadi


Kucing Oyen ini sebetulnya bukan kucing daerah lingkungan rumah gue. Karena tidak seperti kucing lingkungan sini yang setiap hari mondar-mandir, si kucing Oyen ini ga pernah keliatan di sini. Badannya besar, gemuk. Pantas aja gabisa keluar sendiri huhuhu. Lagian ga habis pikir sama oyen,  deh, kenapa bisa-bisanya nyempil di antara 2 tembok sempit gitu. Yah, namanya juga Oyen.


Setelah keluar, si Oyen nampaknya sesak nafas. Nafasnya berat ditambah ingusnya banyak keluar karena Oyen lumayan lama kejepit di situ, kurang lebih 3 jam dia stuck. Badannya kotor kena puing-puing tembok yang tadi bekas dibobol, dan sisanya aman, tidak ada luka-luka di badan si Oyen. Lucunya, setelah dibersihkan badannya, si Oyen ndusel-ndusel ke badan gue, padahal kita gak kenal. Gue anggap itu sebagai ucapan terima kasih si Oyen hehehe. Setelah itu, si Oyen kabur, pulang ke lingkungan asalnya yang kita gatau di mana. Yen, Yen, semoga gak kejepit lagi, ya.


Eitsss, belum selesai sampai situ. Masih ada tembok gue yang bolong, nih. Jadinya, langsung saat itu juga gue nyari semen dan pasir serta batako buat nambal dinding yang bolong. Alhamdulillah semen dikasih sama saudara gue yang kebetulan punya sisa bekas, pasirnya masih ada sisaan bekas bapak gue yang ntah buat nambal apa gue lupa, dan batakonya gue dapat dari puing-puing lingkungan rumah gue situ aja, karena memang suka ada batako ga kepakai. Setelah bikin adonan dari pasir dan semen, tembok gue ditambal lagi oleh om gue. Dan akhirnya, sekitar jam setengah 6 sore semuanya selesai.


Begitulah evakuasi kucing kejepit tembok yang lumayan makan tenaga. Respect buat om-om gue yang sudah berupaya dan berhasil evakuasi si kucing Oyen. Respect juga buat bapak gue yang ngijinin temboknya dibobol. Alhamdulillah sekarang udah kembali seperti semula. Gak lupa juga respect buat ibu gue yang jadi gabisa tidur siang gara-gara Oyen ini. 


Buat yang punya problem yang sama, mau nolongin hewan yang nyangkut atau nyemplung, tapi kalian gabisa karena sendiri, jangan pernah ragu buat hubungiin petugas damkar, ya. Gue yakin mereka cepat bergerak dan akan bersedia membantu. Meskipun gue gajadi panggil damkar karena ada om-om gue yang evakuasi. Tapi kalau kalian sendirian, hubungi saja damkar terdekat dari lokasi kejadian.  


Begitulah cerita hari ini. Menegangkan, melelahkan, tapi lucu juga, ga habis pikir sama si Oyen ini. Si Oyen barbar. Buat yang sudah baca, gue ucapkan terima kasih, ya. Memang tulisan kali ini agak random. I just wanna share you this kinda cute story. hihi. Sehat selalu, bahagia selalu. Cheers^^


11/08/2021

Roehana Koeddoes, Wartawati Pertama Indonesia yang Memperjuangkan Perempuan Lewat Tulisan

November 08, 2021 0

 

Tribunnews.com

Siapa yang tidak kenal dan tidak mengetahui perjuangan hebat pahlawan wanita kita, R.A. Kartini? Sejak kita TK hingga SMA, kita selalu memperingati tanggal 21 April sebagai hari Kartini. Setiap anak perempuan disarankan untuk menggunakan pakaian tradisional Indonesia (biasanya kebaya) ke sekolah untuk bersama-sama merayakannya. Namun, tahukah kamu bahwa R.A Kartini bukanlah satu-satunya pahlawan wanita Indonesia? Ada banyak sekali nama pahlawan wanita Indonesia yang sama hebatnya dengan Kartini. Salah satunya adalah Rohana Kudus atau Roehanna Koeddoes atau Siti Rohana (Kudus). Kerennya lagi, Rohana Kudus adalah wartawati perempuan pertama di Indonesia, lho.


Mungkin masih banyak yang asing mendengar namanya karena jarang sekali nama Rohana Kudus, dan perjuangannya bagi wanita Indonesia dipelajari di sekolah. Sampai pada 8 Nopember 2019, Rohana Kudus dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan lima tokoh lain yang dianggap berjasa bagi bangsa dan negara. Dan hari ini, 8 Nopember 2021, Google memasang Doodle Spesial khusus untuk merayakan 2 tahunnya Rohana Kudus sebagai pahlawan Nasional Republik Indonesia.


susindra.com


Masa Kecil Rohana

Rohana Kudus lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884. Ayahnya  bernama  Mohamad Rasjad  Maharadja  Soetan  dan  ibunya bernama Kiam. Rohana Kudus adalah kakak  tiri  dari  tokoh Sutan  Sjahrir dan juga merupakan bibi dari penyair Chairil Anwar.


Sejak kecil, Rohana telah memiliki keresahan akan minimnya akses pendidikan untuk anak-anak perempuan. Rohana kecil ingin merasakan bangku sekolah, sebagaimana yang dirasakan oleh anak-anak laki-laki. Ayahnya Rohana yang berprofesi sebagai Hoofd Jaksa (Kepala Jaksa) akhirnya memberikan anaknya tersebut bacaan anak dan berlangganan koran serta majalah. Sehingga meskipun tidak memakan bangku pendidikan, Rohana dapat menambah pengetahuannya, dan sudah mengenal abjad latin, Arab, serta Melayu sejak usianya 5 tahun. Selanjutnya di usia 8 tahun, Rohana telah bisa menulis dalam huruf Arab, latin, Melayu, dan juga bisa berbahasa Belanda.


Awal Memperjuangkan Pendidikan

Dimulai ketika Rohana kecil suka mengajari teman-teman perempuannya membaca dan menulis, akhirnya sekitar usia 17 tahun, Rohana mulai membuka kelas kecil di rumah neneknya. Di kelas tersebut, Rohana mengajar membaca, menulis, menjahit, menyulam, dan merenda kepada tetangga-tetangga perempuan sebayanya. Namun lambat laun, yang datang makin beragam, tak terkecuali ibu-ibu dan anak laki-laki yang tidak sekolah. Karena makin banyaknya orang yang ikut belajar, long story short, Rohana kemudian mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) pada tanggal 11 Februari 1911, yaitu sekolah kaum putri yang mengajarkan keterampilan. Maksud didirikan KAS ini adalah mengangkat derajat perempuan Melayu di Minangkabau dengan mengajari perempuan melalui menulis, membaca, berhitung, urusan rumah tangga, agama, akhlak, kepandaian tangan, jahit-menjahit, gunting menggunting, sulam menyulam, dan lain-lainnya.


popbela.com

historia.id

Gedung KAS yang kini menjadi Museum _ wikipedia.com

Terbitnya Soenting Melajoe

Tidak puas sampai berdirinya KAS, Rohana masih ingin sekali melebarkan perjuangannya ke daerah lain, agar setiap perempuan Indonesia dapat dengan setara mendapat akses pendidikan. Akhirnya, Rohana mengirimkan surat kepada Datuk Sutan Maharadja, pemimpin redaksi Oetoesan Melajoe, di Padang. Rohana menyampaikan keinginannya agar perempuan diberi kesmepatan pendidikan yang sama sperti laki-laki. Ia juga mengusulkan agar Oetoesan Melajoe memberi ruang kepada tulisan perempuan. Maharadja pun tertarik, dan mendatangi langsung Rohana ke Koto Gadang. Di pertemuan tersebut, Rohana juga menambahkan usulan untuk diterbitkannya surat kabar yang dikhususkan untuk perempuan. Long story short, setelah persiapan yang matang, maka terbitlah Soenting Melajoe. Surat kabar yang dikhususkan untuk perempuan di seluruh tanah Melayu.


merdeka.com


Soenting Melajoe terbit pertama pada 10 Juli 1912. Terbit seminggu sekali dengan panjang 4 halaman. Persebaran Soenting Melajoe tak hanya di Minangkabau dan Sumatera, namun juga menjangkau Malaka dan Singapura. Tulisan yang dibuat Soenting Melajoe beragam. Selain berita Belanda yang diterjemahkan oleh Rohana, koran ini juga menyajikan sejarah, tulisan para kontributor, hingga puisi. Rohana juga pastinya ikut menulis di setiap edisi.


wikipedia.com



Menjadi Pemimpin Redaksi

Kiprah Rohana dalam bidang jurnalistik tidak berhenti di Soenting Melajoe saja. Pada 1920, Rohana memimpin redaksi Perempuan Bergerak. Lalu pada 1924, Rohana diangkat menjadi redaktur surat kabar Radio, harian yang diterbitkan Cinta Melayu di Padang. Tulisan-tulisan Rohana kebanyakan berisi ajakan pada kaum perempuan agar lebih maju. Ia pun mengkritik praktik pergundikan yang dilakukan orang-orang Belanda kepada perempuan Indonesia, pekerjaan tak manusiawi di Perkebunan Deli, dan permainan para mandor yang menjebak buruh-buruh perempuan dalam prostitusi.


Jadi, begitulah kisah hebat dan mengispirasi dari Pahlawan Nasional sekaligus wartawati pertama kita di Indonesia, Rohana Kudus, hingga pada akhirnya beliau wafat pada 17 Agustus 1972. Lewat tulisan-tulisannya, ia bertekad untuk terus memperjuangkan pendidikan kaum wanita. Sebelum mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada 2019, Rohana Kudus juga beberapa kali mendapat penghargaan, yaitu sebagai Wartawati Pertama Indonesia (1974), lalu pada Hari Pers Nasional ke-3, 9 Februari 1987, Menteri Penerangan Harmoko menganugerahinya sebagai Perintis Pers Indonesia. Dan pada tanggal 6 November 2007 pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Jasa Utama.


era.id


Kiprah Rohana Kudus dalam bidang jurnalistik seharusnya bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi para jurnalis-jurnalis perempuan Indonesia untuk selalu menyajikan berita atau tulisan yang bermanfaat, bahkan tulisan yang membawa perubahan baik bagi para pembaca atau bagi Bangsa Indonesia.


Berkat perjuangannya tersebut, tidak heran kalau hari ini Google membuatkan Doodle khusus untuk mengenang Rohana Kudus.


Sekian dulu tulisan untuk hari ini, semua sumber tulisan ini akan gue cantumkan di bawah. Terima kasih banyak buat yang sudah baca. Sehat selalu, bahagia selalu. Cheers^^

 

Source:

https://historia.id/kultur/articles/mengenal-rohana-kudus-wartawan-perempuan-pertama-yang-jadi-pahlawan-nasional-Db2lQ/page/4

https://historia.id/kultur/articles/perjuangan-rohana-dalam-pendidikan-kaumnya-Pdle3/page/4

https://muskitnas.net/2020/04/29/rohana-kudus-membela-nasib-perempuan-lewat-tulisan/

11/04/2021

Sweet Vs Savory Foods. Lebih Suka yang Mana?

November 04, 2021 0

 

quizly.co

Pernah ga, sih kalian punya pertanyaan random di dalam diri kalian yang tiba-tiba aja muncul di otak kalian gitu? Gue sering, loh. Salah satunya ya yang sesuai sama judul tulisan ini, “Kenapa manusia terbagi menjadi dua bagian? Yaitu penyuka sweet food atau savory food,” Hmmm. I just suddenly wondered about it while I ate some snacks. Savory snacks. Gue udah menyadari sejak lama, kalau gue memang lebih condong dan lebih bisa menikmati savory food dibanding sweet food. I don’t really like cake, or a sweet candy, or a sweet waffle, a doughnut, yoghurt, and any others sweet foods. But if it comes into fried chicken, fried rice, french frices, potato chips, steak, and all the salty foods, I will devour all the foods in a minute. Lol. So, Why people prefer one over another?


Melansir dari sites.psu.edu yang mengutip recipes.howstuffworks.com, setiap orang itu memiliki kombinasi gen tertentu yang bisa menentukan bagaimana lidah kita merasakan rasa. Orang yang menyukai sweet foods memiliki DNA tertentu pada reseptor rasa yang ada di usus dan di lidah. Nah, buat yang sukanya savory foods, cenderung memiliki lebih banyak taste buds. Tastes bud itu apa sih?


Taste buds adalah organ sensorik yang ditemukan di lidah dan memungkinkan kita untuk merasakan rasa manis, asin, asam, dan pahit. Jumlah buds kita itu ada sekitar 10.000, dan berlokasi bukan hanya di lidah. Beberapa buds ditemukan di langit-langit mulut, dan yang lain ditemukan di tenggorokan, yang mana ketika kita lagi nelen obat, rasanya ga enak banget, kan? Lanjut lagi dalam artikel ini, penelitian juga menunjukkan bahwa bayi yang lahir prematur dengan kadar natrium rendah mungkin tumbuh dengan lebih menyukai makanan asin. Begitu. Cukup berat, ya, bahasannya. Padahal gue Cuma mau intermezzo aja sebetulnya bikin tulisan ini. Hihihi.


popsci.com


Masih ada, loh penelitian lain mengenai bahasan ini. Bayangin, deh. Dari satu pertanyaan random di otak, bisa bikin kita tambah ilmu. Masih melansir dari sites.psu.edu yang mengutip dari shape.com, makanan yang sering dimakan oleh ibu hamil dan pertama kali kita rasakan dalam kandungan seringkali adalah rasa  yang akan kita faforitkan pada saat dewasa, lho. Coba kalian tanya ke ibu kalian, deh. Dulu makanan apa yang sering dimakan ketika sedang mengandung kita? Lalu cocokkan, apa benar penelitian ini terbukti? Selain itu disebutkan juga, bahwa DNA juga bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi rasa yang kita sukai. Nah, ada faktor psikologis yang dijelasin di sini. Dikatakan bahwa kita tumbuh dengan mengasosiasikan makanan dan rasa dengan kenangan dan pengalaman masa kecil. Contohnya adalah, jika ayah, ibu, atau mungkin nenek kalian sering ngasih kalian permen ketika kalian masih kecil, mungkin kalian akan mengaitkan rasa manis permen tersebut with love, dan secara tidak sadar memaksa kita untuk selalu mengingat dan menginginkan rasa itu sampai dewasa. Wah, memang apapun kenanagan masa kecil, baik itu baik atau buruk, akan selalu berpengaruh hingga kita dewasa.

Source on Picture

Di artikel yang sama, menurut Lorence Comite, M.D., seorang ahli endokrinologi di New York City, selera makan seseorang, khususnya wanita dapat berbeda berdasarkan siklus menstruasi. Perubahan hormon wanita saat menstruasi dapat menyebabkan selera tertentu menjadi lebih sensitif atau kurang sensitif. Perubahan dalam fungsi tiroid dan stres juga dapat mengubah gen, dan menghidupkan atau mematikan selera yang menikmati asin atau manis.


Gue pribadi adalah penikmat makanan asin. Sebabnya dari mana, gue sendiri gatau, hahaha. Karena kalau dari kenangan masa kecil, bapak gue itu dulu selalu random kalau bawain makanan setelah pulang kerja. Kadang martabak manis, martabak asin, sate, macem-macem. Jadi ga ada satu makanan khusus. Gue juga ga tau ibu gue waktu mengandung gue ngidamnya makan apa. Setau gue, dulu ibu ngidam buah mangga di pohon tetangga. Hahaha. Jadi kesimpulannya, karena gue juga bukan anak yang lahir prematur, mungkin karena taste buds gue lebih banyak, jadi selera gue adalah makanan asin. Tapi ga selalu asin, kok. Seringkali juga gue craving makanan manis. Suka tiba-tiba pengen eskrim, atau martabak manis keju susu. Karena hormon? Bisa jadi.


The Daily Nexus


Nah, kalau kalian gimana? Tim manis atau asin? Dan kenapa?


Segitu dulu aja tulisan intermezzo gue ini. Ternyata seru juga nulisin pertanyaan-pertanyaan aneh yang tiba-tiba muncul di otak. Bisa nambah ilmu dan wawasan. Buat  yang sudah baca, terimakasih. Cheers^^