3/18/2020

World Post Graduate Expo Hadirkan Universitas Terbaik

March 18, 2020 0



Jakarta, 13 Mei 2018 - MSW Global bekerjasama dengan Kemenristekdikti menyelenggarakan World Post Graduate Expo pada tanggal 12-13 Mei 2018. Bertempat di JCC (Jakarta Convention Center),  penyelenggara mengundang perwakilan Universitas terbaik dari 14 Negara. 


Pameran ini dibuka oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Rpublik Indonesia (Ristekdikti) Prof. H. Mohammad Nasir beserta jajarannya pada Tanggal 12 Mei 2018. 


MSW Global sendiri adalah sebuah perusahaan pemasaran dan Public Relations, yang bisa menjadi saluran ke berbagai industri di Indonesia, khususnya pendidikan. Anastasia Sri selaku Direktur Operasional MSW Global mengatakan bahwa World Graduate Expo ini sudah diselenggarakan dua kali. 


“Ini merupakan pameran kami yang kedua kalinya. Pasca Sarjana. Kalo untuk pameran World Education Expo sendiri, itu kita setahun ada empat kali. Tapi kita bagi-bagi yah¸ ada yang keseluruhan dari S1, S2, S3. Ada yang khusus S2, S3, ada yang untuk anak-anak. Seperti itu,” ungkapnya.


Terdapat 80 Institusi yang dapat menjadi wadah bagi para lulusana Sarjana yang ingin melanjutkan pendidikan S2. Dari lokal diantaranya terdapat Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Terbuka, Universitas Trisakti, London School of Public Relations, Institusi seperti Spada Indonesia (Sistem Pembelajaran Daring Indonesia) dan masih banyak lagi. 


Sedangkan untuk Institusi Internasional, terdapat European Union (Eropa), Campus France (Prancis), Study in Sweden (Swedia), Embassy Ireland, Nottingham University (United Kingdom) serta masih banyak lagi instutisi internasional lainnya. 


Nurul, salah seorang pengunjung mengaku mendatangi pameran karena berniat meneruskan S2 di luar Negeri. “Emang ada niatan (lanjut S2). Mudah-mudahan pengennya sih di UK. Kebetulan ada beberapa institusi dari UK. Sekalian pengen tanya-tanya siapa tau ada kesempatan,” tutur Nurul lulusan S1 Universitas Trisakti.



Untuk Negara yang paling diminati oleh calon mahasiswa S2, penyelenggara sendiri tidak bisa menyimpulkan karena setiap calon S2 pasti mempunyai kriteria kampusnya sendiri-sendiri.


“Saya gabisa bilang satu Negara ya karena semuanya rata-rata menyebar, gitu kan. Orang Indonesia kan biasanya ke Australi, UK, US. Sekarang yang di pameran ini kalo kita lihat ada aja. Swedia, Irlandia. Jadi susah untuk nentuin mana yang paling diminati,” ujar Sri.


Selain pameran institusi untuk Pascasarjana, terdapat pula beberapa seminar yang diselenggarakan khusus untuk para calon Mahasiswa S2. Salah satunya adalah Seminar berjudul “Peluang Besar Dalam Industri Penerbangan Global. Terbang Perdana N219 adalah Awal Bangkitnya Kembali Industri Penerbangan” dengan speaker Mr Agus Ariwibowo - Head of National Transport Aircraft Development Program. 


Terdapat pula Tes Simulasi IELTS (International English Language Testing System). IELTS adalah uji coba kemampuan berbahasa Inggris yang diselenggarakan bersama oleh Universitas Cambridge, British Council dan IDP Education Australia. Uji coba ini gratis dan dibuka untuk umum. 



Menurut Sri, tujuan diadakannya pameran pendidikan Pasca Sarjana ini adalah untuk memberikan informasi pada mahasiswa, pelajar dan peminat S2, S3 yang ada di Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi. Tidak perlu ke luar Negeri, tergantung pilihan masing-masing calon mahasiswa S2, S3, karena pendidikan Indonesia belum tentu tidak sebagus di luar.

*cnw*

3/17/2020

Dua Wahana Baru PP-IPTEK

March 17, 2020 0

Gedung PP-IPTEK TMII (6/5) (foto by Cita)


Jakarta, 6 Mei 2018 - Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau PP-IPTEK yang berlokasi di Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur memiliki dua wahana baru yaitu Self Blancing Wheels dan Stereo Visual. 


Peluncuran dua wahana baru ini bertepatan dengan hari jadi PP-IPTEK yang ke-27 dan diluncurkan dalam acara Indonesia Science Day (ISD) yang telah berlangsung pada tanggal 20 sampai 22 April 2018. 


“Dua wahana baru ini diresmikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Bapak Muhamamad Nasir. Sekarang wahana Self Balancing ada di lantai dasar, kalo Stereo Visualnya di lantai dua,” ujar agnes salah seorang pemandu di PP Iptek. 


Wahana Stereo Visual bertema pada penglihatan stereo manusia yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pengunjung tentang teknolofi visual. Wahana ini terdiri atas 24 peragaan.



“Peragaan favorit di wahana ini sih karena Studio SD Misconception-nya belum nyala ya paling ini sih. Kacamata 3D. Gambar ikannya awalnya 2D biasa. Cuman pas pake kacamata jadi kayak liat asli. Spele sih ya. Tapi ya suka aja gitu,” tutur Agung salah seorang pengunjung wahana stereo visual.


Wahana Self Balancing Wheels adalah alat peraga transportasi persinal beroda satu atau lebih dengan menggunakan teknologi elektronik pintar untuk mengatur keseimbangan orang yang menungganginya. 


“Saat ini sebenarnya wahana tersebut sudah aktif dan dibuka untuk pengunjung PP Iptek. Namun, untuk hari ini wahana Self Balancing Wheels tidak dibuka karena alat peraganya sedang dibawa keluar,” ujar Dani, pemandu PP-IPTEK.


Bertepatan dengan diselenggarakannya Indonesia Science Day, sebenarnya ISD sendiri adalah ajang untuk penemuan riset dan inovasi yang telah dilakukan oleh berbagain perguruan tinggi, lembaga litbang, dan indusri di Indonesia kepada masyarakat. 


Lanjut Dani mengatakan “ISD kemarin itu ada beberapa program sains, diantarnya yang saya ingat ada kompetensi sains, pelatihan sains, talkshow, ada pertunjukan sains interaktif seperti Puppet Show, Robo Soccer Show, Water Rocket Show dan masih banyak lagi.”


Rendi, salah seorang pengunjung mengaku tertarik berkunjung ke PP-IPTEK. “Tertarik banget si. Soalnya  saya SMA jurusan IPA dan emang dari dulu suka sama sains. Pengen banget nyoba semua wahananya. Tapi sayang yang Self Balancing Wheels lagi ditutup ya jadi coba yang lain aja,” tuturnya. 


Agnes selaku pemandu berharap dengan adanya wahana baru, pengunjung PP-IPTEK semakin bertambah. 

“Harapannya ya semoga PP-IPTEK makin banyak pengunjungnya, karena emang menarik banget ya. Buat yang ga begitu suka sains juga pasti ga akan bosan berkunjung kesini. Tiket juga gak mahal ya. Jadi cukup worth it,” ujar Agnes.


Kehadiran dua wahana baru ini menambah jumlah koleksi alat peraga ilmu pengetahuan PP-IPTEK yang sudah mencapai 400 lebih dan bisa dimainkan ana-anak dengan tujuan agar mereka tertarik mendalami sains serta menambah  ilmu pengetahuan setiap pengunjung. 

*cnw*







3/15/2020

Record Store Day Kota Bogor 2018

March 15, 2020 0

Record Store Day Bogor 2018 - (Foto: Instagram)



Bogor, 29 April 2018Record Store Day merupakan ajang apresiasi bagi musik independent dan ajang untuk jual beli rekaman fisik bagi para musisi independent. Record Store Day sendiri jatuh pada tanggal 21 April setiap tahunnya di seluruh dunia, dan pada tahun ini, beberapa kota besar di Indonesia menggelar Record Store Day termasuk Kota Bogor yang digelar pada 29 April di Bogor Botani Square. (29/4)


Pada ajang Record Store Day kali ini, terdapat tujuh kota di Indonesia yang menggelar pasar musik, bazaar, talkshow seputar musik, juga penampilan band-band lokal. Kota-kota tersebut ialah Jakarta, Semarang, Tangerang, Bogor, Denpasar, Medan, Cirebon, serta Jambi. 


Pramedya Nataprawira sebagai host mengatakan bahwa acara ini baru pertama kali digelar di Bogor Botani Square. “Nih kita baru pertama kali ya ngadain di Botani Square. Sebelum-sebelumnya biasanya di RRI. Tahun-tahun sebelumnya kita ngadain selalu di RRI,” ujar Pramedya di atas panggung. 

Pada Record Store Day Bogor ini sendiri, terdapat music market, music performace, demo trade, serta music talkshow


Music Market ialah berbagai label rekaman mandiri, netlabel serta organisasi yang menaungi berbagai musisi independent untuk merilis karya mereka dalam bentuk fisik. 


Berbagai label yang berpartisipasi di Record Store Day Bogor ini adalah Adams Records, Bens & Co Records, Demajor Records, Eternal Store, FFWD Records, Hujan! Records, Jejak Tikus Records, Kebun Suara, Kick It Records, Tromagnon Records dan Set the Fire Distro. 


Music Talkshow adalah acara bincang-bincang mengenai musik yang diisi oleh para influencer musik independent. Tema Talkshow kali ini ada dua. Yang pertama adalah “Apa itu Indie?” yang diisi oleh Marine Ramdhani, influencer musik independent dari FFWD Records dan oleh Edo Wallad, influencer musik independent dari The Safari.

(Foto: Cita) – Talkshow “Apa itu indie?” (29/4)


Tema yang kedua adalah “Geliat Komunitas Kreatif di Kota Hujan” yang diisi oleh Yoga Pratama dari GSRB Kolektif, Arief Wijaya dari Suara Hujan, serta Aris Nugraha dari Lionglatte Collective selaku Organizer acara ini. 


Acara lainnya adalah music performance, yaitu pernampilan musik dari band-band independent lokal. Mereka diantaranya adalah Ambarilla, Antartick, Mery Celeste, Neal, Saptarasa, Texpack serta Topi Jerami. 

(Foto: Cita) – Penampilan Band Saptarasa (29/4)


Bram, salah seorang penonton dan penikmat musik independent mengaku bahwa penampilan live lebih seru daripada hanya dari youtube atau music player. 


“Saya emang suka musik genre kayak gini sih. Beda aja dari yang lain. Terus beda kalo denger di hp atau di youtube. Lebih seru nonton langsung. Favorit sih Saptarasa ya. Keren aja gitu aliran dangdut tapi pop. Ya keren lah,” akunya. 


Satu lagi acara Record Store Day Bogor ini adalah Demo Trade. Demo Trade adalah ajang barter atau bertukar lagu dari para band-band independent yang sudah atau belum memiliki album fisik. Barter lagu bisa menggunakan CD, Flashdisk atau media pemyimpanan data lainnya yang nantinya lagu akan dicopy dan musisi yang ikut membagikan lagunya akan dapat pula lagu-lagu dari musisi lain secara gratis. 


Aga, salah seorang musisi independent mengaku ikut barter demo lagu dari band-nya. “Saya ikut barter supaya lagu dari band saya bisa lebih banyak didengarkan oleh pecinta musik dan supaya saya juga bisa mendengar musik-musik band indie lainnya,” tuturnya. 

(Foto: Cita) – Lapak penjual CD (29/4)



Ajang ini juga tidak dilewati oleh para penjual dan pecinta kaset, CD, piringan hitam/vinyl menjual dan mencari CD band favorit mereka. Mulai dari yang jadul hingga yang kekinian. 

*CNW*

3/14/2020

Mengangkat Fashion Hijab Melalui Event Creative Market

March 14, 2020 0

Area masuk pengunjung Hijab Creative Market(8/4) - (Foto: Cita)


Jakarta, 8 April 2018 - FX Sudirman kembali menjadi lokasi diadakannya event fashion yang diselenggarakan rutin oleh Creative Market dengan mengangkat Tema “Hijab Creative Market”. Event Hijab Creative Market berlangsung selama tiga hari dari tanggal 6 – 8 April 2018. (8/4)


Creative Market sendiri berada dalam management yang sama dengan roTve Market. Trove Market merupakan sebuah acara tahunan yang serupa dengan Creative Market, namun belum pernah mengadakan event bertemakan hijab. 

Menurut Vina Bahri sebagai penyelenggara, target utama event Hijab Creative Market ini adalah wanita muslim yang berhijab. 


”Kenapa kita bikin hijab market, karena target kita itu adalah wanita muslim dan wanita berhijab gitu, dan kayak pengen lebih memudahkan pemakai hijab dan yang ingin memakai hijab itu lebih mudah untuk mendapatkan yang mereka butuhkan,” ujarnya.


Dalam Event ini, penyelenggara mengatakan bahwa terdapat sekitar 40 tenant yang ikut berpartisipasi. Mulai dari tenant fashion, makeup dan termasuk para influencer hijab yang ikut mengisi acara berupa talkshow

(Foto: Cita)  - Beberapa Tenant yang membuka Booth pada Event Hijab Creative Market (8/4)


“Kita panggil influencer hijab yang memang sekarang itu jadi influence untuk pemakai hijab, contohnya ada Salma Fina, ada Nycta Gina, ada Sonya Fatmala, ada banyak lainnya lagi sih,” tutur Vina


Creative Hijab Market ini dibuat seperti bazar, dimana terdapat tenant dari brand-brand lokal yang menjajakan koleksi fashion items hijab mereka di event ini. 


Ina Yustiana, salah seorang pemilik tenant fashion hijab dari Saranghae Management mengaku meraup penghasilan bersih hingga Rp 2 – 3 juta rupiah pada hari pertama membuka booth

(Foto: Cita) – Salah satu Booth dari Tenant Saranghae Management


“Pengunjung rame dari hari Jumat sampe sekarang rame. Omset waktu hari pertama dapet 2 – 3 juta ada bersihnya,” Ujar Ina.


Menurut Vina, selaku penyelenggara, selain Bazar, Hijab Creative Market ini juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang bisa diikuti oleh para hijabers ataupun non hijabers. Kegiatan- kegiatan tersebut berlangsung selama event berlangsung. 


“Setiap acara kita itu selalu ada Beauty Class, selalu ada Workshop, jadi kita bukan cuma sekedar Bazar, acara ini itu dibuat untuk mengedukasi, untuk memberi pengalaman juga buat pengunjungnya. Bagaimana cara Make Up yang bener, gitu,” ujar Vina.


Hari pertama diadakannya event, kegiatan yang dilakukan adalah Beauty Class: Bridesmaid look, lalu Talkshow yang diisi oleh salah seorang pengelola website cewekbanget.id, dan yang terakhir adalah Music Performance dari Bigegi. 


Lalu pada hari Sabtu, kegiatan yang dilakukan adalah DIY: Cactus Class, lalu ada Talkshow dari Influencer hijab Salma Fina, serta Talkshow dari Brand Wardah, lalu Fashion Show, dan yang terakhir adalah Music Performance dari Telepon Koin dan El Matulesi. 


Pada hari terakhir, kegiatannya adalah Beauty Class: Clean Make Up, lalu ada Hijab’s Day Out, lalu Lipstick Making dimana para peserta bisa meracik sendiri warna yang mereka suka untuk lipstick yang akan mereka buat, dan yang terakhir adalah Music Performance dari El Matulesi. 

(Foto: Nia Nofita S – Kegiatan Beauty Class: Clean Make Up (8/4)


Harga tiket masuk yang dipatok oleh penyelenggara event adalah Rp 10 ribu. Harga ini sudah termasuk donasi para pengunjung kepada Yayasan Kasih Kanker Indonesia (YKAKI) yang bekerja sama dengan Creative Market. 


“Kita itu kerja sama dengan Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia. Jadi sebagian dari acara ini itu didonasikan untuk mereka,” tutur Vina. 


Menurut Ami, salah seorang pengunjung Hijab Creative Market, event ini bagus untuk dikunjungi.


“Lumayan bagus, sih. Terus ada niat donasinya juga kan di event ini. Jadi, lumayan bagus,” ujar Ami. 

*CNW*



3/13/2020

Pengajian Rutin Mingguan Masjid Istiqlal

March 13, 2020 0

 Jamaah pengajian akbar Masjid Istiqlal (1/4) - (Foto: Afifah Adzka)


Jakarta, 1 April 2018 - Setiap hari Minggu, Masjid Istiqlal mempunyai program khusus yaitu pengajian mingguan yang dapat dihadiri oleh masyarakat umum dengan penceramah yang berbeda-beda.


Seperti pada Minggu pertama bulan April 2018, kali ini pengajian akbar dilakukan bersamaan dengan wisata haji dengan tema “Berhajilah Sebelum Ajal” dengan penceramah KBIH Attaqwa KH. Noer Ali Bekasi serta Launching Film Rindu Baitullah.


Menurut satpam Masjid bernama Rudi, jamaah sudah mulai memadati Masjid sejak pukul 06:00. “Sudah mulai rame dari jam 06:00. Ada yang rombongan pake bis. Ada juga yang pake kendaraan pribadi dan kendaraan umum,” tutur Rudi.

(Foto: Cita) – Bis rombongan jamaah Pengajian Akbar Masjid Istiqlal


Terlihat cukup banyak bis di area parkir Majid Istiqlal. Beberapa dari bis tersebut menempelkan identitas daerah dan nama masjid atau majelis mereka masing-masing sebagai pengenal. 


Wati, salah seorang jama’ah mengatakan “Saya sih rutin ikut pengajian seperti ini setiap minggunya, apalagi di Masjid Istiqlal setiap minggu pasti ada Kajian kan, selain menambah ilmu bisa juga menjalin tali silaturahmi satu sama lain juga sesama umat muslim.”


Setiap Minggu pertama awal bulan dan Minggu ke-tiga, penceramah biasanya ditentukan oleh pihak yang menyelenggarakan event di Masjid Istiqlal. Lalu Minggu ke-dua penceramah sudah selalu dijadwalkan, ia adalah Aa’ Gym. Serta Ust. Yusuf Mansyur untuk penceramah di Minggu terakhir.


Bersamaan dengan Pengajian Akbar, berlangsung pula acara Launching Film “Rindu Baitullah” yang di sutradarai oleh Chep Irman Idris. Film ini di produksi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji & Umroh (KBIH) Attaqwa Bekasi.


(Foto: Cita) – Spanduk Pengajian Akbar (1/4)


Produser Film “Rindu Baitullah”, Nur Anwar Amin mengatakan, film produksi perdananya tersebut terinsipirasi dari kisah nyata Hana, anak seorang buruh cuci yang memiliki tekad besar untuk menunaikan ibadah haji meskipun secara ekonomi tidak mampu.


"Kekurangannya tidak membuat dia menciutkan semangat untuk mendatangi Baitullah. Ketika Allah sudah menghendaki kita untuk ke rumah-Nya maka selalu akan ada jalan," ujar Nur Anwar Amin.


Film ini tidak dibintangi artis papan atas melainkan sebagian besar adalah tokoh masyarakat biasa seperti Abuya K.H. Nurul Anwar, LC (Abuya, Pengasuh Pondok Pesantren), Ust. H. Ahmad Saikhu (Tokoh Masyarakat), Amin Idris dan Uswatun Hasanah (Uminya Hanna).


Salah seorang pemain Film "Rindu Baitullah" bernama Amin Idris mengungkapkan, film tersebut merupakan ekspresi suara hati setiap muslim yang selalu merindukan Baitullah dan ingin mengunjungi rumah Allah SWT.


Film “Rindu Baitullah” akan tayang di bioskop pada 18 April 2018. Bicara target jumlah penonton. Nur Anwar mengatakan, film ini akan tayang pada bioskop di Jawa Barat dan diharapkan sedikitnya mampu menembus 500 ribu penonton.

*cnw*