3/13/2020

Pengajian Rutin Mingguan Masjid Istiqlal

March 13, 2020 0

 Jamaah pengajian akbar Masjid Istiqlal (1/4) - (Foto: Afifah Adzka)


Jakarta, 1 April 2018 - Setiap hari Minggu, Masjid Istiqlal mempunyai program khusus yaitu pengajian mingguan yang dapat dihadiri oleh masyarakat umum dengan penceramah yang berbeda-beda.


Seperti pada Minggu pertama bulan April 2018, kali ini pengajian akbar dilakukan bersamaan dengan wisata haji dengan tema “Berhajilah Sebelum Ajal” dengan penceramah KBIH Attaqwa KH. Noer Ali Bekasi serta Launching Film Rindu Baitullah.


Menurut satpam Masjid bernama Rudi, jamaah sudah mulai memadati Masjid sejak pukul 06:00. “Sudah mulai rame dari jam 06:00. Ada yang rombongan pake bis. Ada juga yang pake kendaraan pribadi dan kendaraan umum,” tutur Rudi.

(Foto: Cita) – Bis rombongan jamaah Pengajian Akbar Masjid Istiqlal


Terlihat cukup banyak bis di area parkir Majid Istiqlal. Beberapa dari bis tersebut menempelkan identitas daerah dan nama masjid atau majelis mereka masing-masing sebagai pengenal. 


Wati, salah seorang jama’ah mengatakan “Saya sih rutin ikut pengajian seperti ini setiap minggunya, apalagi di Masjid Istiqlal setiap minggu pasti ada Kajian kan, selain menambah ilmu bisa juga menjalin tali silaturahmi satu sama lain juga sesama umat muslim.”


Setiap Minggu pertama awal bulan dan Minggu ke-tiga, penceramah biasanya ditentukan oleh pihak yang menyelenggarakan event di Masjid Istiqlal. Lalu Minggu ke-dua penceramah sudah selalu dijadwalkan, ia adalah Aa’ Gym. Serta Ust. Yusuf Mansyur untuk penceramah di Minggu terakhir.


Bersamaan dengan Pengajian Akbar, berlangsung pula acara Launching Film “Rindu Baitullah” yang di sutradarai oleh Chep Irman Idris. Film ini di produksi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji & Umroh (KBIH) Attaqwa Bekasi.


(Foto: Cita) – Spanduk Pengajian Akbar (1/4)


Produser Film “Rindu Baitullah”, Nur Anwar Amin mengatakan, film produksi perdananya tersebut terinsipirasi dari kisah nyata Hana, anak seorang buruh cuci yang memiliki tekad besar untuk menunaikan ibadah haji meskipun secara ekonomi tidak mampu.


"Kekurangannya tidak membuat dia menciutkan semangat untuk mendatangi Baitullah. Ketika Allah sudah menghendaki kita untuk ke rumah-Nya maka selalu akan ada jalan," ujar Nur Anwar Amin.


Film ini tidak dibintangi artis papan atas melainkan sebagian besar adalah tokoh masyarakat biasa seperti Abuya K.H. Nurul Anwar, LC (Abuya, Pengasuh Pondok Pesantren), Ust. H. Ahmad Saikhu (Tokoh Masyarakat), Amin Idris dan Uswatun Hasanah (Uminya Hanna).


Salah seorang pemain Film "Rindu Baitullah" bernama Amin Idris mengungkapkan, film tersebut merupakan ekspresi suara hati setiap muslim yang selalu merindukan Baitullah dan ingin mengunjungi rumah Allah SWT.


Film “Rindu Baitullah” akan tayang di bioskop pada 18 April 2018. Bicara target jumlah penonton. Nur Anwar mengatakan, film ini akan tayang pada bioskop di Jawa Barat dan diharapkan sedikitnya mampu menembus 500 ribu penonton.

*cnw*




3/12/2020

Wisata Berkuda Ala Koboy Eropa

March 12, 2020 0

 

Arena berkuda The Ranch Megamendung (18/3) - (Foto: Cita)


Bogor, 18 Maret 2018 - The Ranch bisa menjadi alternatif baru untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Berlokasi di Megamendung, Kabupaten Bogor, The Ranch memiliki wahana utama yang paling banyak diminati wisatawan yaitu Wahana Berkuda Ala Eropa. Sabtu (18/3).


The Ranch Megamendung merupakan salah satu anak cabang dari tempat wisata di Bandung yaitu “De Ranch”. Menurut salah seorang pengelola wahana berkuda bernama Faisal, sebenarnya The Ranch Megamendung memiliki konsep yang sama dengan De Ranch Bandung. “The Ranch ini kan anak cabang De Ranch yang di Bandung. Jadi konsepnya sama. Sama-sama ala Eropa dan wahana utamanya ya berkuda ini. The Ranch juga terinspirasi dari Farm House teh,” katanya.


Untuk masuk ke Wisata The Ranch Megamendung, tiket yang harus dibayarkan adalah Rp 20 ribu per orang yang dimana tiket tersebut bisa ditukarkan dengan satu gelas susu sapi segar atau digunakan untuk mendapatkan potongan harga makan di restoran The Ranch dengan syarat minimal Rp 80 ribu. Bagi yang menukarkan tiket untuk susu, terdapat berbagai rasa susu yang dapat kita pilih. Diantaranya adalah rasa plain, rasa vanilla, rasa Strawberi, dan rasa coklat.


(Foto: Cita) – Susu sapi segar yang ditukar  dengan tiket masuk


Area dengan luas sekitar 6,5 hektar ini menyuguhkan beragam wahana yang sangat menarik bagi para wisatawan. Dimulai dari wahana yang paling diminati warga yaitu wahana berkuda ala Eropa. Disini, wisatawan bisa berkeliling lintasan dengan berkuda menggunakan atribut lengkap khas para koboy Eropa. Dari mulai topi koboy, rompi koboy dan sepatu koboy. Bagi pemula, wisatawan bisa minta didampingi oleh petugas selama berkuda.


Bagi wisatawan yang sudah berkeluarga dan memiliki anak balita, area satwa beragam hewan ternak bisa menjadi pilihan untuk memperkenalkan si kecil pada hewan ternak diantaranya kelinci, domba dan sapi yang areanya terpisah.


Untuk Area kelinci berukuran sekitar 30 meter, dimana di area tersebut terdapat sebuah bukit kecil yang di dalamnya terdapat rumah bagi para kelinci tersebut tinggal. Anak- anak bisa bermain-main sambil bercengkrama dengan kelinci- kelinci.


Area satwa kelinci


Selanjutnya area hewan ternak domba berlokasi cukup jauh dari area kelinci. Pada area domba, para wisatawan bisa memberi susu kepada domba serta memberi makan rumput yang telah disediakan oleh pengelola.


Bukan hanya domba, di area sapi pun para wisatawan dapat melakukan aktifitas yang sama seperti di area domba sepereti memberi minum dan makan .


Area hewan ternak domba

Seorang wisatawan bernama Fajar mengaku gembira bisa mengajak keluarga berlibur ke The Ranch. “Bagus sekali ya. Bisa berwisata sambil belajar terutama untuk anak,” tuturnya ketika sedang memberi makan domba.


Selain area hewan ternak, The Ranch Megamendung juga menawarkan pemandangan sekelilingnya yang indah. Terdapat banyak spot foto yang bisa dimanfaatkan untuk berfoto dan mengabadikan moment berlibur.


Terdapat Castle Café, sebuah café  yang bangunanya didesain seperti bagunan khas Belanda. Castle Café merupakan salah satu spot foto terfavorit wisatawan karena terletak di belakang sebuah taman bunga.


Di sebelah Castle Café terdapat pula sebuah bangunan unik yang juga masih berasitektur gaya Belanda bernama Nak-Nik Ville. Tempat ini adalah sebuah bangunan yang di dalamnya menjual berbagai pernak-pernik The Ranch.


Terdapat pula bangunan yang dinamakan “Rumah Kakek”. Bangunan ini memang tidak bergaya Belanda, namun memiliki ciri khas seperti rumah-rumah pedesaan jaman dulu yang sangat menarik untuk dijadikan background foto selfie.


(Foto: Cita – Rumah Kakek)


Masih banyak spot foto menarik yang sayang untuk dilewatkan, di antaranya adalah jembatan Dongeng, air terjun mini, pot bunga tumpah, serta spot foto dengan latar belakang pemandangan alam Puncak Bogor yang terbentang luas menghijau.


Setelah puas bermain-main, wisatawan dapat melepas penat dengan menyantap hidangan di restoran The Ranch. Terdapat banyak menu masakan khas Bogor yang bisa dipesan di restoran ini. 

Cnw*


Konsep Digital Restoran Khas Makanan Korea

March 12, 2020 0

 

(Foto: Cita) – Makanan Korea Mujigae Reso (17/3)


Bogor 17 Maret 2018 - Restoran bernama Mujigae Resto yang terletak di Cibinong City Mall menawarkan beragam makanan khas Korea dengan konsep digital dimana para pengunjung dapat memesan makanan mereka melalui iPad yang disediakan di setiap table. (17/3)


Beragam makanan khas Korea dapat dipesan tanpa harus repot memanggil pelayan untuk datang ke table pengunjung.


Salah seorang pengunjung mengaku dimudahkan dengan konsep ini. “Unik, ya. Kita gausah repot- repot nunggu pelayan datang. Ya, langsung aja pesan, sangat mudah,” ungkap Wibowo.


Pada halaman pertama iPad, terdapat cover yang menampilkan menu andalan Restoran atau promo-promo menarik restoran. Setelah memilih button “Tap to Order”, maka pengunjung dapat memilih makanan dan minuman apa yang akan dipesan. 


Apabila sudah selesai memesan, pengunjung dapat memilih button “My Order” guna melihat apakah orderan sudah sesuai. Lalu memilih button “Order” untuk langsung memesan agar pesanan langsung dibuatkan. 

(Foto: Cita) – Tampilan fitur My Order pada iPad (17/3)


Pengunjung juga dapat melihat rincian harga per makanan dan totalan harga seluruh makanan. Pilih button “Ask For Bill” maka pelayan akan datang dengan membawa bill yang diminta. 


Fitur lain yang terdapat pada iPad diantaranya adalah Video Request dimana para pengunjung bisa dengan bebas mencari video di playslist yang tersedia dari para penyanyi Korea favorit lalu request agar video pilihan tersebut ditampilkan di layar yang disediakan pihak restoran. 


(Foto: Cita) – Tampilan fitur request lagu (17/3)


Fitur selanjutnya adalah Photo. Pada fitur ini, pengunjung bisa ber-selfie ria pada iPad yang dimana hasil dari foto bisa ditampilkan pada layar yang disediakan pihak restoran.


(Foto: Cita – Tampilan Fitur selfie (17/3)


Yang terakhir adalah Fitur Call Waiter apabila pengunjung ingin memanggil pelayan ke table.


(Foto: Cita – Tampilan Semua Fitur (17/3)


Beragam makanan khas Korea tersedia di Mujigae Resto ini. Mulai dari yang tradisional seperti Kimchi, makanan khas Korea yang terbuat dari sawi putih yang diawetkan dengan bumbu pedas,  lalu Bibimbap yaitu berupa semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur dan saus pedas gochujang khas Korea, serta Topokki yaitu salah satu jajanan khas Korea yang terbuat dari tepung beras. 


(Foto: Cita – Beberapa makanan khas Korea Mujigae Resto (17/3)


Untuk makanan yang sudah modern diantaranya adalah Beef BBQ yang disajikan dengan alat tradisional Korea yang terbuat dari kuningan dan tembaga, lalu Fried Chicken dengan saus tradisional khas Korea, serta Bokumbap yaitu nasi goreng Korea dengan bumbu Kimchi dengan campuran Keju Mozarella. 


Dewi, salah seorang pelayan Mujigae Resto menjelaskan bahwa ketika pertama kali restoran dibuka, antusias pengunjung benar-benar tinggi. “Saya kan kerja dari pertama dibuka yah, jadi pas pertama buka memang antusias masyarakat sangat tinggi. Sampe banyak yang gak kebagian table, jadinya harus booking dulu,” ujar Dewi.

(Foto: Cita) – Suasana sibuk Mujigae Resto(17/3)


Menurut Dewi, owner dari Mujigae Resto tertarik membuka restoran khas makanan Korea dari tingginya minat masyarakat terhadap segala sesuatu hal yang berhubungan dengan Korea, khususnya K-Pop. Maka dari itu konsep restoran benar-benar dibuat seperti seakan-akan pengunjung sedang berada di Korea, dengan menampilkan Video-video Korea, lalu restoran Full Music Korea, serta disediakan pula beberapa TV yang menyiarkan tayangan saluran Korea. Tampilan pelayan pun dibuat layaknya pelanan dari Korea yang menggunakan seragam khas pink abu-abu. 


(Foto: Cita) – Video Grup Korea yang Ditampilkan di Resto (17/3)


Harga yang dipatok Mujigae Resto antara Rp 30 – 70 ribu rupiah. Menurut Icha, salah satu pengunjung berumur 17 tahun, harga tersebut masih lumayan menguras kantongnya.

“Kami betah di sini. Selain memang kami mengidolakan selebriti Korea, kami juga suka dengan suasana restorannya. Tapi buat anak sekolah harganya terlalu tinggi, jadi kita nabung dulu. Tapi pokoknya Daebak,” ujar Icha.

Cnw*




3/10/2020

Mengangkat Kuliner dan Budaya Betawi Melalui Festival

March 10, 2020 0

 

Stand Penjual Bir Pletok, Minuman Khas Betawi (11/3) - (Foto: Cita)



Jakarta, 11 Maret 2018 - Festival Internasional Kuliner dan Budaya Betawi sukses digelar selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Maret 2018 bertempat di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. (11/3)


Acara ini digelar oleh (APJI) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia DKI bersama Dinas Pariwisata dan Kebudataan Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan untuk menyambut Asian Games 2018 serta untuk memperkenalkan Budaya dan Kuliner Betawi pada kancah internasional.


Puluhan Stand Kuliner, Fashion hingga kerajinan ikut memeriahkan festival ini mulai dari Budaya Betawi hingga Budaya Nusantara. Setidaknya terdapat sekitar 30 Stand Kuliner Betawi, 30 Stand Kuliner Nusantara serta 20 Stand Fashion dan kerajinan. 


Berbagai macam makanan khas betawi tersedia di festival ini. Dari Laksa, Bubur Ayam Ase, hingga makanan andalan dari Budaya Betawi yaitu Kerak Telor. 


Rojali, salah satu penjual Kerak Telor mengakatakan “Alhamdulillah masih banyak yang doyan Kerak Telor. Hari gini kan jarang anak- anak suka yang kayak begini. Paling banter ya Ayam Goreng. Alhamdulillah laku terus neng. Kalau ada acara Betawi gini saya selalu ikut. Saya senang karena bisa ikut ngelestariin warisan. Saya senang karena dagangan saya juga laku hehe,” ungkapnya dengan sumringah.


(Foto: Cita) – Penjual Kerak Telor Sedang Membuat Pesanan (11/3)


Selain Kerak Telor, kuliner andalan lain berupa minuman khas Betawi lain yang hadir di festival ini ialah Bir Pletok. Bir Pletok yang dipercaya bisa menjadi minuman penyegar yang dibuat dari beberapa rempah ini dijual di beberapa stand dengan harga mulai dari Rp 8000,- hingga Rp 20000,- . 


Beragam pertunjukan dan perlombaan juga ikut memeriahkan rangkaian Festival Kuliner dan Budaya Betawi ini dari hari pertama, diantaranya ada pertunjukan Gambang Kromong, Orkes Melayu, Fashion Show, Tari betawi, serta perlombaan masak Laksa Betawi, Lomba Kreasi Jajanan Betawi, serta lomba Bakiak Susun setiap hari dengan hadiah yang menarik. 


Menurut salah seorang penjaga stand kuliner risol, pertunjukan-pertunjukan budaya tersebut diselenggarakan setelah Zuhur sampai festival selesai. 


“Kalau pertujukan nanti tampilnya abis Zuhur sampai malam. Tampilnya di atas panggung yang di tengah itu, mba,” jelas Rosyid sambil menggoreng risolnya. 

Di tengah- tengah area Festival, terdapat Stage yang dikhususkan untuk menampilkan berbagai macam pertunjukan sehingga penonton tidak perlu repot berpindah lokasi untuk melihat pertunjukan yang berbeda. 


(Foto: Cita) – Stage untuk pertunjukan (11/3)


Suksesnya festival ini tidak luput dari peran dari peserta, dan juga pelaksananya. Fadli Irshal, Ketua acara dari Oke Organizer selaku Event Organizer yang mengatur festival ini berharap festival ini bisa diterima dan dinikmati oleh semua kalangan khusunya oleh kawula muda. “Festival Internasional Kuliner dan Budaya Betawi ini yang kita angkat temanya adalah Betawi Masa Kini atau Betawi Jaman Now. Jadi kita ingin semakin mendekatkan khasanah kebudayaan Betawi ini ke Kawula Muda dengan tujuan Masyarakat DKI Jakarta khususnya Kawula Muda lebih mengenal Budaya Betawi, dan yang sudah mengenal jadi lebih cinta lagi,” tuturnya.


Sesuai harapan pelaksana, festival ini pun ramai dikunjungi oleh pengunjung dari kalangan usia dan bahkan suku. Terlihat di hari terakhir festival, beberapa bule hadir demi melihat kuliner dan budaya khas Betawi. 


Salah satu Bule bernama Sthephani mengatakan bahwa ia tertarik mengunjungi festival karena ia sangat menyukai Kerak Telor. “I love Kerak Telor so much. I live in Jakarta since 2 years ago and Kerak Telor is a recommended food from Betawi,” tuturnya dalam Bahasa Inggris.


Untuk mengunjungi Festival Internasional Kuliner dan Budaya Betawi ini, para pengunjung tidak dikenakan biaya. Para pengunjung bebas masuk sampai mereka puas melihat- lihat betapa beragamnya Budaya Betawi.

cnw*






3/09/2020

Delapan Tim Terbaik Ramaikan Turnamen Futsal Tingkat SMP se- Bogor Raya

March 09, 2020 0

Pertandingan Futsal Putra (4/3) - (Foto: Cita)


Bogor, 4 Maret 2018 – Delapan Tim Futsal  tingkat SMP se- Bogor Raya berhasil memasuki babak Final Turnamen Futsal antar SMP se- Bogor Raya yang diselenggarakan oleh SMA Triple J Citeureup, Kab. Bogor dengan Tema SPARTAN 1V 2018. (4/3)


Tim Futsal yang terdiri dari SMP Citra Nusa, SMP Negeri 2 Cibinong, SMP As-Soheh, SMP Negeri 1 Citeureup dan SMP Negeri 1 Babakan Madang bersaing sengit memperbutkan gelar juara pada turnamen yang diberi nama SPARTAN alias Seni Pemersatu Pelajar Bertalenta.


Pertandingan terdiri dari empat babak. Babak pertama adalah pertandingan Futsal putri antara SMP Citra Nusa melawan SMP Negeri 2 Cibinong memperebutkan juara tiga dan empat. Terjadi insiden di menit- menit awal pertandingan, dimana sepatu dari Alya pemain dengan nomor punggung 9 dari SMP Negeri 2 Citeurup terlepas ketika sedang berebut bola dengan lawan. Namun hal tersebut tidak terlalu dipermasalahkan karena Alya dengan cepat langsung mengenakan sepatunya lagi dan meskipun begitu, SMP Negeri 2 Cibinong berhasil merebut juara ke-3 atas SMP Citra Nusa.


“Sepatuku lepas. Tapi gapapa. Alhamdulillah bisa diatasi dan kita bisa juara 3,” Ucap Alya ketika diwawancari setelah pertandingan usai.


(Foto: Cita) – Pertandingan Futsal Puti (4/3)


Babak selanjutnya, adalah pertandingan Futsal putra antara SMP As-Shoheh dan SMP Negeri 2 Citeureup memperebutkan juara tiga dan empat. Rayhan, pemain dengan nomor punggung 18 dari SMP As-Shoheh mengaku bahwa permainan timnya pada turnamen SPARTAN ini kurang memuaskan lantaran mereka hanya dapat masuk ke babak Grand Final memperebutkan juara 3-4 . Meskipun begitu, timnya akan berusaha keras untuk mendapatkan gelar juara ke tiga.


Pertandingan antar tim putra memperebutkan juara tiga ini nampak alot karena sampai babak half time, skor masih menunjukkan skor kacamata. Namun pada permainan kedua, SMP Negeri 2 Citeureup mulai menunjukkan sisi ganasnya. Menit- menit awal permainan kedua tim SMP Negeri 2 Citeureup berhasil mengungguli kedudukan atas SMP As-Shoheh dengan skor 2-0. Disusul oleh Tim SMP As-Shoheh menjadi 2-2. Pertandingan semakin seru sampai keluar pemenang juara ke-3 dari SMP Negeri 2 Citeureup yang menang 4-3 atas SMP As-Shoheh.


(Foto: Cita) – Pelatih Tim Futsal SMPN 2 Citeureup Tengah Memberikan Pengarahan.


Pertandingan inti memperebutkan juara satu dan dua diselingi break terlebih dahulu. Selama break, penonton disuguhkan oleh penampilan- penampilan dari para pengisi acara seperti Stand Up, penampilan Ballet dan Band.


Permainan- permainan yang berkualitas dari para pemain tidak luput dari peran serta coach atau pelatih yang tidak kenal lelah melatih tim kebanggaannya. Seperti M. Nur, Coach dari Tim Futsal Perempuan SMP Generasi Madani yang mengaku bangga melihat anak- anak didikannya berhasil masuk ke babak Final memperebutkan Juara satu.


“Latihan memang rutin, setiap minggu. Kadang kesal, marah tapi kadang nyenengin. Pokoknya melatih mereka rasanya kayak permen nano- nano. Bangga bisa mendampingi mereka sampai final,” Ucapnya yang diiringi tawa para pemain didikannya.


Coach M. Nur patut berbangga, karena meskipun gagal mendapatkan juara pertama, anak didikannya kali ini berhasil mendapatkan juara kedua melawan SMP Negeri 1 Citeureup dengan skor 2–1 pada babak ketiga.


Kemenangan Tim Putri SMP Negeri 1 Citeureup disambut sujud syukur oleh para pemainnya. Dilanjut oleh lompatan dan pelukan sesama anggota. Satu lapangan futsal seketika riuh oleh teriakan kemanangan ini.


Vira, pemain dengan nomor punggung 9 mengaku tidak terlalu memperdulikan hadiah apa yang akan timnya dapat apabila mendapat juara pertama. Ia lebih bangga apabila nama sekolahnya harum atas prestasi yang ia dan timnya dapat.


“Aku gak tau hadiahnya apa. Aku ga peduli juga sih. Yang penting aku dan teman- teman bisa membanggakan SMP Negeri 1 Citeureup khususnya tim Futsalnya,” Ucapnya.


Suara riuh kemenangan Tim Futsal Putri SMP Negeri 1 Citeureup langsung berganti oleh suara riuh oleh para pendukung tim futsal putra SMP Negeri 1 Babakan Madang dan SMP Negeri 1 Citeureup yang memperebutkan juara satu.


Para Coach dari masing- masing tim memberikan arahan kepada para pemainnya dengan serius sebelum pertandingan dimulai.


Pada babak terakhir ini, pendukung dari masing- masing tim bukannya malah semakin lemas justru semakin bersemangat menanti kemenangan tim dukungannya. Yel-yel dan hentakan drum terdengar sangat riuh sampai- sampai suara komentator tidak terdengar. Semua penonton sibuk melihat jalannya permainan sampai. Permainan berlangsung seru karena masing- masing tim berebut skor. Hingga akhirnya keluar pemenang pertama tim futsal putra yaitu tim dari SMP Negeri 1 Citereup dengan skor 3–2 atas tim SMP Babakan Madang.


Doni, Kapten tim futsal Putra SMP Negeri 1 Citeureup mengaku bahagia bisa mengharumkan nama sekolahnya. Ia berkata akan terus berlatih sampai bisa menembus tingkat Provinsi bahkan Internasional.


Ketua Pelaksana Turnamen Futsal SPARTAN ini berharap bahwa semoga acara ini bisa menjadi pemersatu SMP–SMP se- Bogor Raya, mengingat akhir- akhir ini tawuran antar sekolah sering terjadi.


“Kami para panitia SPARTAN berharap dengan diadakannya turnamen ini, para siswa se- Indonesia umumnya dan Siswa se- Bogor Raya khususnya dapat bertanding dengan cara yang sehat. Bertanding menunjukkan skill-skill berkualitas yang bisa mengharumkan nama sekolah. Bukan bertanding di jalanan yang merugikan diri sendiri, orang lain dan menjatuhkan nama sekolah,” Ucap Imam Ketua Pelaksana Turnamen SPARTAN IV 2018.





*CNW