![]() |
Economiczone.id - Bus Miniarta di Terminal Kp. Rambutan |
Kamis kemarin, 24 Maret 2022, gue ada
jadwal pergi ke Bogor Kota, tepatnya di Bantarjati sekitar RS Azra untuk satu
keperluan penting. Buat gue yang biasanya kalau main ke Bogor Kota selalu
dibonceng, walhasil gue jadi gatau transportasi umum apa saja yang harus gue
naikin untuk pergi ke tempat tersebut. Ditambah karena gue seringnya juga pergi
ke Jakarta mengandalkan KRL Commuter Line
dan gue sambung lagi pakai ojek online. Jadi, buat ke Bogor Kota tanpa KRL dan gatau harus menggunakan transportasi apa
saja (karena angkot dari depan rumah gak
sampai melewati lokasi yang akan gue tuju), jadilah gue mulai cari tau di
Twitter. Kok, Twitter? Kenapa gak ke Google? Nah, kalau untuk
informasi transportasi umum di Google terutama angkot gitu, ya, menurut gue
kurang akurat aja. Gue ga menemukan yang betul-betul pas dengan
lokasi yang akan gue tuju. Jadi, daripada gue mengira-ngira, gue langsung aja tanya ke Twitter dengan fitur menfess
itu. Xixi.
Ada yang tau fitur Menfess di Twitter? Sebetulnya tidak bisa dikatakan ‘fitur’ juga sih, ya. Karena fitur yang sebenarnya ya
seperti fitur love, bookmark, retweet,
quote retweet, reply dan lainnya. Kalau pengertian menfess sepengalaman gue adalah ‘buatan’ para pengguna Twitter aja yang mana ada satu akun seperti
komunitas gitu. Correct me if I'm wrong, please. Seperti komunitas wanita untuk berdiskusi perihal segala macam
tentang wanita seperti make up, fashion, dan lainnya. Lalu ada komunitas
pecinta kuliner, komunitas pecinta binatang, komunitas sekolah, dunia kampus
dan sebagainya. Cara kerjanya adalah dengan kita follow akun-akun komunitas tersebut, lalu tunggu sampai dapat follback, setelah itu kita bisa kirim pertanyaan-pertanyaan
atau hal untuk didiskusikan dengan followers
akun tsb ataupun dengan seluruh pengguna Twitter
melalui DM dengan sebuah kata Trigger
sesuai ketentuan masing-masing akun. Setelah terkirim, otomatis pertanyaan kita
akan terposting menjadi tweet-nya
akun komunitas tersebut. Mudah bukan cara membuatnya mengirimkan pertanyaannya?
Setelah itu tinggal kita tunggu followers
komunitas akun tersebut untuk menjawab. Dan Voilla,
dapatlah kita jawabannya.
Gue bertanya di Twitter menggunakan akun komunitas Kota Bogor dengan nama akun
@bogorfess_, dan Alhamdulillah ada yang jawab. Sehingga gue bisa dapat info
dari si penjawab dengan lengkap. Nah
dari situ, gue baru tau kalau dari
lokasi gue (Cibinong) mau ke Bogor Kota (Bantarjati), lebih baik menggunakan bus
miniarta jurusan Bogor-Depok atau Bogor-Kampung Rambutan. Dengan ongkos hanya
10 ribu untuk jarak (yang kalau gue liat dari google maps) sekitar 14 km.
![]() |
Pertanyaanku di Akun Twitter @bogorfess_ |
![]() |
Percakapanku dengan Sesama Followers Akun @bogorfess_ |
Back to Topic
Pada hari H, gue menunggu bus
miniarta tersebut di halte depan Cibinong Square. Waktu itu jam menunjukkan pukul 8.30. Sedikit cemas juga karena kok
lama sekali lewatnya. Sempat bertanya ke bapak-bapak yang sedang ada di halte
tersebut katanya memang lama, bapak tersebut bilang biasanya 15 menit sekali
bus miniarta tersebut pasti lewat. Namun ternyata gue menunggu kurang lebih 30
menit sampai busnya datang. Setelah itu, naiklah gue ke bus miniarta jurusan
Bogor-Kp. Rambutan tersebut. Di dalam bus saat itu mayoritas bapak-bapak, gue
duduk di samping bapak-bapak yang tertidur di pinggir jendela. Saat itu gue
berpikir, “Sudah lama banget gue gak naik bus miniarta seperti ini. Bahkan
kayaknya kalau untuk ke Bogor Kota, gue ga
pernah pakai miniarta. Ini First time
gue naik miniarta ke Bogor Kota. Karena biasanya, a long long time ago, gue naik bus setara miniarta ini menuju ke
Terminal Kp. Rambutan bersama ibu untuk mengunjungi saudara di daerah Lubang
Buaya,”
![]() |
Dokumentasi Pribadi - Para penumpang di dalam Bus Miniarta |
![]() |
Dokumentasi Pribadi - Koridor Bus Miniarta |
Kalau kalian pikir miniarta adalah
bus eksekutif, Anda salah, Fergusso. Bus Miniarta adalah bus ekonomi tanpa AC
dan interiornya sudah bisa dibilang kurang terawat. Dengan coretan di
mana-mana, rangka besinya yang karatan, jendelanya tidak bisa dibuka atau ditutup,
kadang kalau dari luar knalpotnya mengeluarkan asap tebal yang bisa menutupi
pandangan pengendara lain di belakang. Pokoknya Nampak tidak terawat. Ditambah
dengan guncangannya yang amat sangat terasa meskipun jalannya mulus-mulus aja. Penumpang di dalamnya juga bebas
merokok, bahkan supirnya pun merokok, kadang kala mengangkat telepon dari ponselnya yang berdering, dan
lucunya (kalau ini hal positif), setiap bus miniarta jurusan yang sama namun
berlawanan arah lewat, sesama supir akan mengeluarkan tangan ke jendela dan
melambai-lambai ke arah seberang seperti salam sejawat sesama supir bus
miniarta.
![]() |
Dokumentasi Pribadi - Beberapa coretan di Bus Miniarta |
Kurang lebih 45 menit gue di
miniarta dari Cibinong ke Bantarjati. Dengan macet panjangnya di arah pertigaan
Talang sampai Jalan Baru, ditambah juga dengan macet yang disebabkan oleh
adanya polisi-polisi yang berjejeran di pinggir Jalan Padjajaran untuk menilang
pengendara-pengendara yang tidak taat. Setelah sampai Halte Bantarjati 2 di
samping RS Azra, gue turun dan masih melanjutkan perjalanan menggunakan angkot
hijau-merah ke lokasi yang akan gue tuju.
Begitulah pertama kali gue naik
miniarta ke Bogor Kota. Sempat cemas karena tidak tau bagaimana habits penumpang miniarta, ditambah
dengan maraknya aksi pencopetan membuat gue selalu baca doa sepanjang jalan sambil
memeluk tas. Belum lagi gue takut kelewat dari lokasi gue turun yang membuat
gue pindah duduk di samping supir agar gue bisa lihat RS Azra dari depan dan
bisa tanya-tanya supirnya apabila bingung.
Dengan ongkos 10 ribu, gue rasa
sangat worth the price, apalagi memang
lokasinya yang lumayan jauh. Harapan gue adalah semoga semoga semoga bus
miniarta bisa dibenahi dari segala aspeknya. Misalnya dari mesin, agar knalpot
tidak mengeluarkan banyak asap atau agar tidak mogok. Lalu dari aspek interior
agar penumpang lebih nyaman meskipun perjalanan jauh dan macet. Kursi-kursi
dibenahi, jendela dibenahi. Dapat juga diberi peraturan agar penumpang ataupun
supirnya tidak merokok (dan gue tau ini tidak mudah).
Bus Miniarta adalah salah satu moda
transportasi murah, efektif dan efisien yang masih banyak dipakai oleh masyarakat. Gue harap moda
transportasi miniarta ini tidak tergerus oleh beberapa moda transportasi modern
yang, jujur, jauh lebih nyaman. Gue harap juga, miniarta tidak mengukiti jejak
oplet yang saat ini sudah tidak lagi menjadi transportasi umum di Indonesia.
Segitu aja tulisan gue tentang Bus Miniarta ini. Semoga memberi gambaran dan bermanfaat buat kalian yang ingin bepergian arah Bogor-Depok atau Bogor-Kp. Rambutan. Thank you buat yang sudah baca, Stay happy, stay healthy. Cheers^^
No comments:
Post a Comment